Hari yang baru dimulai dengan semangat baru, di bawah langit pagi yang pucat, kami berdiri tegak menghadap sang bendera pusaka, merah putih. Tiang bendera menjulang tinggi, sederhana dan penuh makna. Lagu "Indonesia Raya" berkumandang dan kain merah putih terangkat perlahan. Angin berbisik pelan, seolah membawa suara masa lalu yang tak pernah lelah mengingatkan kami tentang harga dari sebuah kemerdekaan.
Dahulu, tanah ini bukan hadiah. Ia ditebus dengan peluh dan darah para pejuang yang berani menantang ketakutan. Berani melangkah tanpa jaminan akan pulang dengna selamat, berpegang teguh pda keyakinan bahwa bangsa ini pantas berdiri sendiri.
Merah pada bendera mengajarkan keberanian, keberanian untuk berkata tidak pada penindasan, untuk melawan ketidakadilan. Putih mengajarkan kesucian niat bahwa perjuangan bukan demi nama, melainkan demi masa depan anak cucu. Ketika bendera mencapai puncak tiang, kami tahu, kisah itu belum usai.
Dan kini, medan perjuangan kami berbeda. Bukan melawan dengan senjata, melainkan ilmu, kejujuran, dan persatuan. Menjaga tanah air berarti belajar dengan sungguh-sungguh, menghargai perbedaan, dan merawat alam yang diwariskan. Setiap langkah kecil artinya disiplin, saling menolong, berani benar, adalah kelanjutan dari perjuangan besar.
Bendera berkibar, lagu berhenti dinyanyikan, dalam hati kami berikrar: kami akan menjaga indonesia. Dengan cara kami , di zaman kami. Karena perjuangan kemerdekaan bukan hanya dikenang, tapi diteruskan.
Ditulis oleh: Nabila Safa S.









Salah satu wujud ikrar pelajar Indonesia 🔥
BalasHapus